Posts

Orang Gila di Mata Hukum

Image
Orang Gila di Mata Hukum Berawal dari obrol guyonan di sosial media yang seperti ini ni: Bagi yang tidak paham bahasa jawa: -          Dilokno nyambek ngene iki kenek pasal IT ga yoo? “Dikatain seperti biawak (binatang) seperti ini itu kenak pasal IT atau tidak ya? -           Sampean sing kenek pasal UUD tentang mengganggu wong edan. “Kamu yang akan kenak pasal UUD tentang mengganggu orang gila. Darinya pikiran ini tertuntut untuk bekerja. Yaaa… Lucu juga sih. Cukup setuju juga. Sebab ORANG GILA SELALU BENAR. Obrol candaan yang cukup menarik. Hiraukan ketidak-tepatan pasal atau penyebutan UUD di sana. Yang terpenting maksudnya adalah peraturan. Yang mungkin selama ini sudah sangat banyak aturan, namun minim pegangan. Banyaknya aturan bukanlah bukti bahwa semakin baiknya sistem, menurutku sih hhhhhh. Ya, mungkin malah sebaliknya. (dibuat tulisan lain waktu lah yau). Dan saat ini saya cuku...
Image
Pasar Ikan Pabean Surabaya             Pasar Pabean merupakan salah satu pasar ikan terbesar dan tertua di kota Surabaya. Psasar ini menjadi salah satu pusat jual beli di Surabaya. Pasar Pabean berdiri sejak tahun 1981. Pasar pabean ini merupakan salah satu tempat favourit bagi para pedagang kecil dan pembeli karena bisa mendapatkan harga yang relative lebih murah dibanding pasar tradisional lainnya atau pedagang asongan.             (19.30 WIB) Sambutan awal yang cukup sejuk. Bagaimana kami seolah ternasehati oleh kerasnya bamboo yang tengah dipikul. Haruslah tegap dan selalu tegar dalam memapak beban dari hamabatan hidup yang kan selalu datang setiap saat. Bertemu dengan salah seorang penjual. “Dari mana pak ikan yang bapak jual ini? Dari Pantai Kenjeran kah?” “Bukan. Dari Tuban.” Dengan sedikit bicara. Entah mungkin bapaknya punya sedikit kekhawa...
Image
  Gara-Gara Air      Sedikit berkisah pengalaman berharga hari ini. Yang mungkin teman-teman juga pernah merasakan hal yang sama juga. Tentang air putih yang tak hanya jernih tapi menjernihkan.
Image
Dalam pelukan keberagaman     Suatu perkumpulan tercipta dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Baik dari segi karakter, tingkah laku, ucapan, dan juga penampilan. Ada yang dinilai baik menurut normalnya. Tidak ketinggalan
Image
Kiat Menggapai Kebahagiaan      Semuanya berbondong menuju satu pengharapan. Tanpa kepastian dan tiada perjumpaan nyata. Ada yang membawa lilin, obor, bahkan lampu. Namun sayang
Image
Potret Sandalansip Dengan mantapkan hati dan tentu tak lepas dari restu ilahi tulisan ini beserta judulnya tercipta. Tak tahu bagaimana pandangan ke depan, namun tulisan ini adalah satu bentuk pijakan kepastian. Tercetus dari dua orang yang sama tertindas, kesempitan pengetahuan, dan jauh akan sebuah ketenaran.
Image
Senja Kau begitu hangat diujung hari Kau begitu indah untuk dipandang Kau begitu nyaman untuk dirasakan Namun,
Image
RINDU      Baru kali ini aku berbicara tentang rindu. Rasa yang tak sampai pada titik temu. Berharap angin di padatnya rumah perkotaan. Berharap hujan di kala musim bukan saatnya. Menitik sendu pada kayu pohon yang sudah lapuk termakan waktu.
Image
Rindu Kalau rindu itu sakit, Maka benar aku merasa
Image
Cinta Dalam Bayang Semu Izinkan ku tuliskan dua cinta dalam bayang semu.       Ada dua macam rasa yang hadir pada setiap diri manusia. Yang pertama adalah cinta yang disebabkan oleh nafsu. Bukan
Image
Sebuah Kelereng Terdapat kejadian yang membuat heran dan tak habis pikir. Yang dipikir harus segera habis, sebab yang harus dipikir tak habis-habis.
Nalari (nalarmu ku cari)                 Sekarang dia berada di dahan paling atas. Sewaktu-waktu bergoyang, menari dengan desiran angin. Tari toppeng, pendet, dll tak dikenalnya. Karena buta dengan budaya. Dia hanya mencoba menggerakkan kaki sebisanya.
Image
Sastra 20: Bagaimana menilai suatu karya? I(Ji)zini aku untuk bersilih Dengan kawan yang kau pun sama kenalnya Tanpa berselisih silih merindu tatapanmu.
Image
Sastra 19: Pembicaraan Presiden                 Wedeh baru tahu kalau cukup banyak juga yang like. Apnya yang di like? Danya dilep. Tapi tak dilepeh. Dan cukup terkejut juga.
Image
Sastra 18: Cewek Seharusnya Menjadi Ibu Rumah Tangga Anak sapi turun ke bumi Dibesarkan dan dikawinkan Induk sapi yang menyusui Kalau kerja ya merepotkan
Image
Sastra 17: Duduklah, maka kau akan tercipta … Duduklah maka kau akan tercipta. Ha? Maksudnya?      Bukankah kita memang sudah diciptakan dari dahulu kala? Sejak kita mampu memekikkan suara yang pertama kali. Kalau tidak, maka semua yang menyaksikan bakal gempar dan khawatir. Karena apa? Kita tidak menyambut mereka dengan sapaan. Mereka akan bersedih. Dan yang pasti akan dilakukan pertama kali adalah menepuk-nepuk bokong kita.
Image
Sastra 16: Puisi Pelangi Negeri Rumput hijau menyulut dipijak oleh baju-baju adat yang lihai dengan tariannya gemrincing rancak   gelang kaki alunan nadanyapun membawa dalam mengingat dewa alam.
Image
Sastra 15: Mendongak Kagum dan Sungkan Saya rasa kurang enak jika pagelaran, pesta pemilihan pemimpin di suatu tempat itu disamakan dengan cara pemilihan mereka yang berada di atas. Yang di atas kita namai pemerintah. Sedangkan yang mencontoh tatanan pemerintahan mungkin lebih enak di kelas aja lah yau. Pemilihan ketua kelas.
Image
Sastra 14: Nyamankan atau Amankan Aku masih percaya bahwa tatapan yang tulus itu tidak datang begitu saja. Berlari dari bukit yang tinggi dengan jalan-jalan yang terjal. Rela turun dari singgahsana nan megah di sana. Hanya ingin untuk melihat cekungan sumber mata air kecil. Ragu juga jika mata air itu nantinya malah akan menjadi air mata.
Image
Maafkan Opini